Keanekaragaman Hayati Indonesia

Arif Fajar Kurniawan

 


Di Dunia banyak sekali beragam Flora dan Fauna yang berbeda jenis.



Perhatikan gambar peta persebaran keanekaragaman hayati pada
Gambar disamping. Indonesia terletak di antara dua zona, yaitu zona Oriental dan
Australia. Zona Oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu Sumatra,
Bali, Jawa, dan Kalimantan sehingga pada zona ini hewan-hewan dan
tumbuh-tumbuhan memiliki kemiripan dengan yang terdapat di Benua Asia.
Di wilayah Timur Indonesia, yaitu Maluku dan Papua, termasuk zona Australia,
sehingga hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan juga memiliki kemiripan
dengan Benua Australia. Zona peralihan, yaitu yang terdapat di wilayah
tengah antara zona Asia dan Australia, misalnya Sulawesi dan Nusa
Tenggara, pada tempat ini hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhannya mempunyai
kemiripan antara Australasia dan Oriental.

1. Keberadaan Keanekaragaman Hayati yang Tinggi
Negara Indonesia terletak di daerah tropik sehingga memiliki keanekaragaman
hayati tinggi dibandingkan dengan daerah subtropik (iklim sedang) maupun
daerah kutub (iklim kutub), misalnya Indonesia memiliki hutan hujan tropik.
Sebagai perbandingan, dalam luas areal yang sama, jika pada hutan hujan
tropik ditemukan sekitar 300 jenis pohon, maka pada hutan iklim sedang
hanya ditemukan satu atau dua jenis pohon. Oleh karena itu, Indonesia
memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, selain Brasil dan Zaire.
Keanekaragaman hayati tersebut berupa kekayaan jenis hutan dengan flora
yang beragam. Diperkirakan di Indonesia terdapat jenis pohon palem terbanyak
di dunia, lebih dari 400 jenis pohon yang bernilai komersial (ekonomis)
dan sekitar 25.000 jenis tumbuhan berbunga. Selain itu, Indonesia
juga memiliki sekitar 4.000 jenis dari sekitar 12.000 jenis paku-pakuan di
dunia, sekitar 4.000 sampai 12.000 jenis dari sekitar 47.000 jenis jamur di dunia,
serta memiliki sekitar 3.000 jenis dari sekitar 15.000 jenis lumut dan lumut hati
di dunia.
 Kekayaan jenis tumbuhan tersebut merupakan penyedia habitat yang
luas bagi tempat tinggal hewan (fauna). Hewan yang berada di dalam
habitat tersebut terdiri atas berbagai jenis, mulai dari invertebrata terkecil
sampai herbivora terbesar.
Indonesia merupakan negara yang menempati peringkat pertama dalam
jumlah jenis Mamalia dunia, yaitu sekitar 515 jenis, di antaranya terdapat
185 jenis endemik dan kupu-kupu serta burung sekitar 121 jenis, peringkat
ketiga untuk reptil sekitar 600 jenis, peringkat keempat untuk burung sekitar
1.520 di antaranya terdapat lebih dari 380 jenis endemik dan berada pada
peringkat kelima untuk amfibi sekitar 270 jenis. Mengapa di negara kita
banyak terdapat keanekaragaman hayati yang tertinggi di dunia? Coba kemukakan
pendapat Anda!
a. Faktor-Faktor Penyebab Timbulnya Keanekaragaman Hayati
Di negara kita Indonesia terdapat banyak keragaman flora dan fauna.
Kawasan Nusantara merupakan suatu rangkaian kepulauan yang memiliki
ciri-ciri geografi yang sangat kompleks sehingga kehidupan hewan dan
tumbuh-tumbuhan mengikuti pula pertumbuhan dan perubahan yang
terjadi. Selain itu kehidupan hewan dan tumbuhan juga dipengaruhi pula
oleh perubahan cuaca. Coba, perhatikan tumbuh-tumbuhan yang ada di
sekitar rumah Anda dengan tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan. Terdapat
perbedaan antara keduanya bukan?
Timbulnya keanekaragaman yang ada di berbagai tempat di Indonesia
dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut.
1) Iklim
Unsur iklim sangat menentukan berbagai jenis keanekaragaman hayati di
Indonesia. Unsur-unsur iklim yang mempengaruhi kelangsungan hidup tumbuhan
dan hewan adalah temperatur, udara, kelembapan angin, dan curah hujan.
2) Faktor Relief Tanah
Relief tanah adalah tinggi rendahnya permukaan bumi diukur dari permukaan
laut. Ketinggian di suatu tempat dapat mempengaruhi temperatur
dan tekanan udara, demikian pula jenis-jenis tumbuhan dan hewan. Coba,
Anda pikirkan di daerah pantai banyak terdapat pohon kelapa, apakah pohonpohon
kelapa tersebut dapat hidup di gunung? Bagaimana dengan jenis-jenis
hewannya?
3) Faktor Tanah
Keadaan tanah di suatu tempat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
berbagai jenis tumbuhan. Tanah humus dan tanah vulkanis sangat
baik untuk pertumbuhan tanaman karena memiliki banyak unsur hara.

2.Keunikan Keanekaragaman Hayati di Indonesia
Seperti telah disebutkan sebelumnya, bahwa persebaran makhluk hidup
di Indonesia terletak di antara zona Oriental, zona Australasia, serta zona
Peralihan sehingga memiliki keunikan tersendiri.
a. Zona Oriental (Wilayah Barat Indonesia)
Zona Oriental meliputi wilayah barat Indonesia, yaitu Kalimantan,
Sumatra, Jawa, dan Bali yang terdapat hutan hujan tropik yang didominasi
oleh pohon dari famili Dipterocarpaceae. Famili Dipterocarpaceae merupakan
tumbuhan tertinggi, membentuk kanopi hutan, dan menghasilkan biji bersayap.
Tumbuhan yang termasuk famili Dipterocarpaceae, antara lain kayu
kruing (Dipterocarpaceae), kayu meranti (Shorea spp), kayu kapur (Dryobalanops
aromatica), dan kayu garu (Gonystylus bancanus), sedangkan tumbuhan
hutan hujan tropik dicirikan dengan kanopi rapat dan banyak tumbuhan
yang memanjat (liana) seperti pohon mangga (Mangifera indica),
pohon durian (Durio zibethinus) dan pohon suku (Artocarpus).
Jenis-jenis hewan pada zona ini memiliki kemiripan dengan jenis hewan
di Benua Asia yang terdiri atas banyak species Mamalia berukuran besar
seperti gajah, banteng, badak, dan harimau dan terdapat berbagai jenis kera
seperti orang utan, bekantan, tarsius, dan loris hantu.
b. Zona Australasia (Wilayah Timur Indonesia)
Zona Australasia meliputi wilayah timur Indonesia, yaitu Maluku dan
Papua. Pada zona ini terdapat hutan dengan pohon-pohon yang rendah
dan berada di daerah datar seperti matoa dan Ficus (famili beringin).
Jenis-jenis hewannya memiliki kemiripan dengan jenis hewan di Benua
Australia, terdiri atas Mamalia berukuran kecil atau hewan berkantung
seperti kuskus, bandicot, oposum, dan kanguru jenis berkantung dan musang
berkantung di Maluku bagian timur dan Irian Jaya. Jenis burungnya memiliki
beragam warna seperti burung cendrawasih yang terdapat banyak di Papua
dan sedikit di Maluku. Daerah di wilayah Indonesia Timur terkenal sebagai
dunia burung. Ada 28 jenis burung berbulu, misalnya burung cendrawasih,
kakaktua berjambul, dan kasuari.
c. Zona Peralihan (Wilayah Tengah Indonesia)
Zona peralihan merupakan wilayah yang terdapat keanekaragaman
hayati berasal dari zona Oriental dan zona Australasia. Zona ini meliputi
wilayah tengah Indonesia, yaitu Sulawesi dan Nusa Tenggara. Pada wilayah
ini terdapat pohon eukaliptus dan hewan oposum yang lebih mirip dengan
tumbuhan dan hewan dari zona Australasia.

sumber : Idun kistinah & Endang sri Lestari

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Komentar dibawah ini dan jangan komentar spam karena akan kami hapus. Terimakasih